Thursday, February 02, 2006

Menjadi Ibu



Anakku,…
Bila ibu boleh memilih
Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu
Maka ibu akan memilih mengandungmu…
Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah
Sembilan bulan nak,… engkau hidup di perut ibu
Engkau ikut kemanapun ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata…
Anakku,…
Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar, atau ibu harus berjuang melahirkanmu
Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu
Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu
Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga
Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar ke dunia sangat ibu rasakan
Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua
Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit,
Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun
Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia
Saat itulah… saat paling membahagiakan
Segala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah,
Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,
Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita Rasulullah di telinga mungilmu
Anakku,…
Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah, atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,
Maka ibu memilih menyusuimu,Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu dengan tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat berharga
Merasakan kehangatan bibir dan badanmu didada ibu dalam kantuk ibu,
Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan
Anakku,…
Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat
Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle
Maka ibu memilih bermain puzzle denganmuTetapi anakku…Hidup memang pilihan…Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana
Maka maafkanlah nak…Maafkan ibu…Maafkan ibu…Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita,
Agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang
Percayalah nak…Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu
Percayalah nak…Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu…
Ratih Sanggarwati (Ratih Sang)Jakarta, 21 Agustus 2004lihat ; KCM- Ratih Sanggarwati: Puisi Untuk Si Kecil
window.google_render_ad();
Membaca puisi dari Ratih Sanggarwati ini..begitu menyentuh. Meremas-remas hati. Tak akan pernah dapat diuraikan dengan kata-kata kasih ibu kepada anaknya. Takkan pernah bisa digambarkan oleh apapun untuk menguraikannya. Namun kasih ibu selalu terasa, selalu ada dalam nafas, aliran darah dan detak jantung. Aku juga makin merasakan kasih ibu ketika aku juga menjadi ibu.
Menjadi Ibu merupakan Anugerah dan Amanat yg tiada ternilai.....
Menjadi Ibu adalah suatu proses panjang yang tiada batas akhirnya. Bahkan bagi sebagian besar perempuan, seorang perempuan belumlah lengkap, belumlah menjadi perempuan seutuhnya sebelum dia menjadi istri dan ibu. Saya kadang berpikir bagaimana kalau pendapat itu dibalik. Hanya karena ingin menjadi perempuan yang sempurna dan utuh, perempuan jadi memaksakan diri untuk jadi istri dan ibu. Menurut saya menjadi istri dan ibu adalah suatu 'pilihan'. Perempuan juga berhak memilih suatu kewajiban yang menjadi kodratnya.
Karena menjadi istri dan ibu merupakan konsekuensi panjang tanpa batas akhir. Menjadi ibu adalah proyek seumur hidup. Proyek besar dunia dan akherat. Karena Amanat yang tak ternilai itu perempuan butuh kesiapan mental, fisik dan financial. Tanggung jawab berat ada dalam pundaknya.
Menjadi ibu juga merupakan anugerah yang tak ternilai.
Anak merupakan karunia tak terkira bagi seorang perempuan. Bahkan banyak perempuan yang begitu mendambakan memiliki anak tetapi belum juga diberi olehNya. Tak terhitung usaha, dan pengobatan dilakukan untuk mendapatkan anugerah Illahi itu. Bahkan tidak sedikit kaum perempuan yang selalu disalahkan kalau mereka tidak bisa memiliki anak, harus rela dimadu, bahkan diceraikan hanya karena mereka tidak bisa memiliki anak. Mereka disalahkan karena kekurangan yang mereka miliki. Bukan dibela, bukan dimengerti. Apalagi untuk diterima.
Untuk teman2, dan saudaraku yang telah lama menunggu karunia illahi itu, aku sungguh2 turut membantu walau hanya lewat doa agar mereka semua merasakan apa yang aku rasakan. Indahnya menjadi ibu. Mereka semua sering mengingatkanku untuk tetap bersyukur saat anak2 nakal, rewel, bikin capek, bikin suntuk. Karena sudah selayaknya aku bersyukur, bukankah Tuhan telah menitipkan ketiga makhluknya dalam asuhanku. Dan karenaNya juga aku berusaha utk memberi yang terbaik dalam hidupku untuk tiga permataku.
Dan kepada Ibundaku terkasih, tercinta, tersayang
Aduh...Ibu ampuni selalu anakmu ini.
Tak kan mampu anakmu ini membalas kasihmu.
Ibu...kasih dan cintamu.....
Senantiasa menemani & menguatkan langkahku.
Dalam terang benderang...
Dalam gelap gulita..
Diantara badai mengguncang...
Diantara taman bunga....
Ibu....Kasih dan cintamu...
Selalu harum mewangi
Selalu bersinar terang
Di sepanjang hidupku.


No comments: