Thursday, April 30, 2009

Cerita Kecil Tentang Tawakkal



Dalam salah satu session pengajian yang aku ikuti, Bu Anis guruku mengaji mengajariku tentang ‘Tawakkal’. Sebenarnya arti Tawakkal adalah mempercayakan sepenuhnya kepada Allah yang dapat mendatangkan manfaat dan menolak bahaya, disertai dengan upaya menjalankan semua penyebab yang diperintahkan Allah sebagai realisasinya. Tawakkal memiliki pengertian yang lebih umum dari sekedar minta tolong, tetapi juga berserah diri dan bersyukur terhadap apa yang telah ditetapkan oleh Allah semata bagimu walaupun tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan ( dikutip dari ‘ Amalan Hati oleh Muhammad bin Shalih Al- Munajjid).

Dalam pengajian saat itu Bu Anis tidak mengulas panjang lebar mengenai arti, hakekat dan definisi tawakkal. Tetapi lebih kepada penerapannya sehari-hari. Disini Bu Anis berkisah tentang seorang penjual Tahu yang bernama ‘Mbah Parto’. Mbah Parto tentu saja miskin sekali, Mbah Parto adalah janda yang harus menghidupi dua orang anaknya dengan berjualan Tahu. Tetapi Mbah Parto adalah orang yang tekun beribadah dan berkemauan keras. Mbah Parto sangat ingin sekali naik haji. Dilihat dari penghasilan Mbah Parto yang hanya penjual Tahu kecil-kecilan hampir dikatakan bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari saja sudah bagus. Tetapi Mbah Parto bertekad kuat dan yakin bisa pergi Haji. Disinilah hebatnya Mbah Parto, Mbah Parto bisa mempraktekkan Tawakkal dalam hidupnya sehari-hari. Berjualan Tahu merupakan usaha yang bisa ditempuh Mbah Parto, tetapi Mbah Parto yakin bahwa rejeki itu milik Allah, karena itu Mbah Parto dengan yakin terus berjualan Tahu dan berusaha menabung. Yah ... Allah seperti apa yang di sangka hambaNya, Demikianlah akhir ceritanya Mbah Parto sukses bisa pergi Haji. Setelah hampir lima belas tahun menyisihkan uangnya sedikit demi sedikit.

Cerita ini sesungguhnya sangat sederhana, tetapi entah kenapa memberi pelajaran moral yang sangat berharga kepadaku. Selama ini aku selalu berkata aku berusaha, berdoa dan bertawakkal kepadaNya. Tetapi benarkah aku sudah benar-benar dalam bertawakkal. Selama ini aku selalu berhitung, selama ini aku belum yakin akan kebesaranNya. Aku belum yakin bahwa rejeki itu benar-benar milikNya. Terkadang disaat aku memperoleh apa yang kuinginkan aku sombong merasa aku telah berjuang, merasa bahwa aku memang layak mendapatkan apa yang aku inginkan, aku merasa rejeki lagi baguslah, dan sebagainya. Tidak tahu diri aku, bahwa apapun yang aku peroleh, setetes air yang aku minum, oksigen yang aku hirup semua adalah anugerahNya. Sangat sedikit aku memahaminya. Dan di kala sedang susah aku merasa bernasib sial, merasa ada yang tidak benar pada apa saja, aku menyalahkan apa saja. Betapa dangkalnya aku selama ini, betapa malunya aku padaMu Ya Allah. Betapa aku kurang menyadari, meresapi yang sebenar-benarnya bahwa segala sesuatu itu hanyalah milikNya. Kalaulah sedang mudah dan lancar semuanya itu karena Allah sedang memudahkan, sebaliknya kalau sedang sulit itu karena Allah belum memberikan kemudahan. Sekarang aku BELAJAR lebih mengerti bahwa benarlah tidak ada manusia yang luar biasa hebat. Dia hebat karena Allah yang memudahkan urusannya, Allah memberi kesempatan kepadanya, Allah sedang menutup aib-aibnya. Dan di kala sedang jatuh, janganlah putus asa, karena apa yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin kalau Allah sudah berkehendak, bahkan gunung berbatupun bisa jadi ladang yang subur kalau Allah sudah berkehendak.


Allahumma laa sahla illaa maa ja’altahu sahlan wa arta taj’alul hazna idza syi’ta sahlan (Ya Allah ya Tuhan Kami, tiada yang mudah selain yang Kau mudahkan dan Engkau jadikan kesusahan itu mudah jika engkau menghendakinya menjadi mudah)


Ya..Allah terima kasih Engkau beri aku kesempatan untuk mengerti apa yang benar, serta untuk menyadari apa yang selama ini keliru. Ya Allah mohon AmpunMu selalu atas semua kekeliruanku. Mohon AmpunMu atas kesombongan, kekhilafan, dan kebodohanku. Ya..Allah....dekatkanlah aku padaMu karena anugerah dan kurniaMu.


Untuk Bu Anis terima kasih atas semua bimbingan, pelajaran dan nasehat untukku. Terima kasih telah memberiku pencerahan. Terima kasih telah menjadi oase bagiku.

No comments: