Friday, May 01, 2009

Wanita dan Kecantikan


Kecantikan dan wanita adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Karena yang dikatakan cantik pasti seorang wanita. Setiap wanita dimana saja, siapa saja pasti ingin dikatakan cantik. Walau begitu tidak ada alat yang pasti untuk mengukur kecantikan. Kecantikan bersifat relatif dan berdasarkan persepsi kebanyakan orang atau masyarakat. Persepsi mengenai kecantikan juga berubah dari waktu ke waktu karena di pengaruhi oleh standar-standar tertentu yang ada dalam masyarakat, yang seringkali mengacu pada model, artis, maupun trend yang sedang berlangsung atau iklan yang ada dalam media-media massa. Sebagai contoh untuk persepsi masyarakat Indonesia saat ini, yang dikatakan cantik biasanya adalah orang yang berkulit putih, berwajah indo dan bertubuh ramping.

Atas nama kecantikan, biasanya wanita juga rela melakukan apa saja. Dari menguras uang di tabungan untuk membeli berbagai produk-produk kosmetik baik yang harganya murah maupun yang mahal, menunggu di salon berjam-jam, bahkan rela menderita kesakitan saat melakukan operasi plastik, perawatan kulit serta tubuh, bahkan terkadang mengabaikan kesehatan dan keselamatan diri hanya untuk dapat dikatakan cantik.

Bicara mengenai kecantikan, pada umumnya kita akan membayangkan tentang keindahan fisik yang tampak indah menawan melalui pandangan mata. Sementara itu menurut Estee Lauder, Kecantikan adalah keinginan menjadi cantik. Tanpa keinginan kecantikan hanyalah sebuah angan-angan (di kutip dari Majalah Femina Edisi Khusus th 2002). Demikianlah kata-kata mutiara dari pemilik perusahaan produk kecantikan ternama di dunia ini. Dari apa yang dikatakan Estee Lauder kita akan mengerti bahwa pada dasarnya kecantikan dapat diupayakan. Jadi setiap wanita mempunyai potensi untuk cantik. Untuk mengupayakan dan mengoptimalkan potensi cantik pada diri kita, maka kita harus pahami betul-betul faktor-faktor yang tidak bisa diubah dalam diri kita (bawaan lahir, seperti bentuk muka, warna kulit, serta tinggi badan) dan faktor-faktor yang bisa diubah (diupayakan) dengan latihan, dan perawatan.

Pada dasarnya kita bisa mengupayakan potensi kecantikan pada diri kita dengan memperbaiki faktor-faktor yang mempengaruhi kecantikan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecantikan yang bisa di perbaiki antara lain adalah pola pikir yang mengacu pada inner beauty, cara bicara, cara berjalan, cara berdandan, cara berpakaian, serta melatih postur tubuh agar menampilkan bahasa tubuh yang positif dan mengetahui dengan benar cara merawat kulit dan tubuh.

Kita juga bisa belajar dari para artis, foto model, maupun selebritis dalam upaya berproses menjadi cantik. Para selebritis itu tidak selalu terlahir langsung cantik dan kinclong seperti itu. Mereka juga berusaha membenahi segala kekurangan pada diri meraka dengan belajar dan berupaya mengoptimalkan seluruh potensi dalam diri mereka untuk bisa tampil cantik. Untuk menjadi cantik tentu kita harus memperbaiki diri secara menyeluruh, baik lahir maupun batin. Mermperbaiki kecantikan lahiriah dapat diupayakan dengan melakukan perawatan tubuh, perawatan wajah, belajar tata rias wajah, memperbaiki cara berpakaian. Dalam arti berpakaian yang sesuai dengan usia, bentuk tubuh, warna kulit, dan kegiatan yang dilakukan. Semakin kita mengenali diri kita semakin kita mengerti bagaimana tampil lebih cantik. Seperti kata Estee Lauder “ Tidak ada wanita yang tidak cantik, yang ada hanyalah wanita yang tidak tahu bagaimana menjadi cantik”

Karena itu sebagai wanita kita harus terus berusaha menggali semua potensi yang ada dalam diri kita. Dengan mengasah potensi diri, kita akan terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik, lebih percaya diri, lebih bersemangat dan sudah pasti aura kecantikan akan muncul dengan sendirinya.

Tidak ada kata terlambat untuk memulai.
Wahai...wanita kau menyimpan kecantikan tersendiri di segala usiamu.
Kecantikanmu terpancar dari kematangan pribadimu

No comments: